Voceris

Cara mengatasi bicara terlalu cepat: 8 latihan agar bicara lebih pelan

Diperbarui

Jawaban singkat

Untuk mengatasi bicara terlalu cepat, tambahkan jeda sebelum mencoba memperlambat katanya: berhenti di setiap titik, ucapkan satu ide per napas, dan tuntaskan kata terakhir setiap kalimat. Kebanyakan orang terburu-buru karena gugup, pikiran yang mendahului mulut, atau kebiasaan, dan solusinya 5 sampai 10 menit latihan harian yang direkam. Kalau orang sering minta kamu mengulang, kamu kehabisan napas di tengah kalimat, atau akhir kalimatmu sering hilang, kemungkinan besar kamu terlalu cepat.

Daftar isi (7)
  1. Apakah bicaraku terlalu cepat?
  2. Kenapa aku bicara terlalu cepat?
  3. 8 latihan agar bicara lebih pelan
  4. Cara bicara pelan saat gugup
  5. Rencana 7 hari agar tidak bicara terlalu cepat
  6. Jangan sampai kebablasan
  7. Kapan bicara cepat lebih dari sekadar kebiasaan

Apakah bicaraku terlalu cepat?

Kemungkinan besar bicaramu terlalu cepat kalau orang sering minta kamu mengulang, kamu kehabisan napas di tengah kalimat, atau akhir kalimatmu tertelan. Tanda yang paling jelas muncul saat presentasi atau panggilan video, terutama dengan pendengar yang menyimak dalam bahasa kedua.

Tanda lain yang perlu diperhatikan:

  • Kamu berhenti hanya untuk bernapas, tidak pernah untuk membiarkan poin mendarat.
  • Suku kata melebur dan kata kecil hilang: "sebenarnya" jadi "sbenernya", "bagaimana" jadi "gmana", padahal kamu sedang bicara formal.
  • Kamu menyelesaikan presentasi yang sudah dilatih jauh sebelum waktunya habis.
  • Kamu merasa ngos-ngosan atau tegang setelah bicara, dan tidak ingat persis apa yang kamu katakan.

Untuk bahasa Indonesia, satu studi di Surakarta mencatat rata-rata obrolan spontan orang dewasa sekitar 113–115 kata per menit, dengan batas kategori "cepat" di kisaran 117 sampai 138 kata per menit tergantung kelompok usia (Aliyah dkk., 2024). Untuk bahasa Inggris, tes kecepatan bicara gratis menunjukkan kata per menit dan seberapa sering kamu berhenti; tes ini mengukur ucapan bahasa Inggris. Begini kesan berbagai kecepatan dalam presentasi atau obrolan serius berbahasa Inggris:

Kata per menit (bahasa Inggris)Kesan yang biasanya muncul
Di bawah 110Lambat; bisa terdengar ragu atau lelah
110–130Tenang dan disengaja; bagus untuk poin rumit atau penting
130–160Tempo mengobrol yang alami
160–180Cepat dan berenergi; boleh untuk sesaat
Di atas 180Terburu-buru; pendengar mulai kehilangan kata

Kenapa angka bahasa Indonesia dan Inggris berbeda, dan bagaimana mengukur tempomu sendiri, dibahas di panduan kecepatan berbicara ideal.

Kenapa aku bicara terlalu cepat?

Kebanyakan orang yang bicara terlalu cepat terburu-buru karena salah satu dari empat hal: gugup, pikiran yang mendahului mulut, kebiasaan dari lingkungan yang serba cepat, atau antusias pada topiknya. Mengetahui penyebabmu menentukan latihan mana yang perlu didahulukan, karena terburu-buru karena gugup dan karena semangat butuh perbaikan yang berbeda.

  • Gugup. Adrenalin mempercepat napas dan bicara, dan sebagian dirimu ingin cepat selesai. Hening terasa jauh lebih lama bagi pembicara daripada bagi pendengar, sehingga jeda terasa berbahaya. Kalau ini kamu, pasangkan latihan di bawah dengan panduan mengatasi rasa takut berbicara di depan umum.
  • Pikiran mendahului mulut. Pikiranmu sudah tiga kalimat di depan, dan mulutmu terburu-buru mengejar. Ini umum pada orang yang berpikir cepat dan saat menjelaskan materi yang sudah sangat dikuasai.
  • Kebiasaan dan lingkungan. Kalau kamu tumbuh di rumah yang ramai atau bekerja di rapat yang harus berebut giliran bicara, bicara cepat mencegahmu dipotong. Kebiasaan itu lalu ikut ke situasi di mana tidak ada yang akan memotongmu.
  • Antusias dan energi. Semangat membuat orang lebih cepat. Sebagian orang, termasuk sebagian penyandang ADHD, menggambarkan pikiran yang berlari dan keluar sebagai bicara yang cepat; latihan di bawah tetap membantu, apa pun penyebabnya.

Konteks juga berpengaruh. Riset pada percakapan telepon menemukan bahwa orang bicara lebih lambat dengan orang asing daripada dengan teman dan keluarga, jadi tempo yang wajar di meja makan bisa terlalu cepat untuk telepon dengan klien.

8 latihan agar bicara lebih pelan

Memperlambat bicara paling berhasil lewat jeda dan pemenggalan frasa, bukan dengan memanjangkan setiap kata. Lakukan dua atau tiga latihan ini 5 sampai 10 menit sehari dan rekam setiap sesi; tempo yang terasa sangat lambat dari dalam biasanya terdengar normal saat diputar ulang.

  1. Jeda tanda baca (3 menit). Ambil satu paragraf artikel dan beri satu garis miring di setiap koma serta dua garis miring di setiap titik. Bacalah keras-keras dengan jeda satu ketukan tanpa suara di setiap garis tunggal dan jeda dua ketukan, sambil bernapas, di setiap garis ganda. Bagi kebanyakan orang yang bicara cepat, latihan ini saja sudah menyelesaikan separuh masalah.
  2. Satu ide satu napas (3 menit). Tarik napas, ucapkan satu frasa empat sampai tujuh kata, lalu berhenti. Bernapas, lalu ucapkan frasa berikutnya. Mulai dengan teks tertulis, lalu lakukan sambil menceritakan harimu keras-keras. Ini mengganti kalimat panjang yang tak berujung dengan unit pendek dan jelas yang mudah diikuti.
  3. Metronom dan target tempo (3 menit). Setel aplikasi metronom gratis ke 100 ketukan per menit dan ucapkan satu kata per ketukan selama 30 detik dalam bahasa Indonesia; rasanya seperti robot, dan memang itu tujuannya. Lalu matikan dan baca teks bahasa Indonesia sekitar 100 kata dengan target sekitar satu menit. Kalau kamu berlatih untuk presentasi bahasa Inggris, baca teks 121 kata di tes kecepatan bicara dengan target mendekati satu menit, sekitar 120 sampai 130 kata per menit.
  4. Tekan kata kunci (2 menit). Di setiap kalimat, pilih satu kata terpenting dan beri sedikit lebih panjang, lebih tinggi, dan lebih keras: "Laporannya kita butuhkan hari Jumat." Memanjangkan kata kunci memperlambat kalimat secara alami tanpa membuat sisanya terdengar diseret.
  5. Jeda sebelum angka dan nama (2 menit, 10 kalimat). Tulis sepuluh kalimat yang berisi angka atau nama dan beri jeda satu ketukan penuh sebelumnya: "Anggaran kita tahun depan adalah… 40 juta rupiah." "Mari kita sambut… Ibu Ratna Sari." Angka adalah tempat pembicara cepat paling sering kehilangan pendengarnya.
  6. Tuntaskan kata terakhir (2 menit). Baca satu paragraf dan pastikan kata terakhir setiap kalimat diucapkan lengkap, dengan nada turun, sebelum berhenti. Akhiran yang tertelan adalah gejala terburu-buru yang paling terdengar, dan menuntaskannya memaksa jeda yang alami.
  7. Tempo dalam obrolan (3 obrolan nyata sehari). Pilih satu atau dua dari ini untuk telepon dan obrolan hari itu: tarik napas sebelum menjawab pertanyaan, biarkan lawan bicara selesai lalu hitung satu ketukan sebelum membalas, ikuti tempo lawan bicara alih-alih mendahuluinya, dan akhiri giliranmu dengan titik, bukan dengan "terus, eee, jadi".
  8. Rekam dan bandingkan (3 menit, dua kali seminggu). Rekam 60 detik bicara bebas tentang pekerjaan atau akhir pekanmu, transkripsikan dengan dikte ponsel, dan hitung katanya. Catat kata per menit, lalu dengarkan akhiran yang tertelan. Bandingkan dengan rekaman pertamamu setiap minggu.

Cara bicara pelan saat gugup

Saat gugup menyerang, fokuslah pada 30 detik pertama, bukan seluruh presentasi. Kalau kamu membuka dengan pelan dan berhenti setelah kalimat pertama, napasmu tenang dan sisa presentasi cenderung mengikuti tempo itu. Terburu-buru di awal justru sebaliknya.

  • Hembuskan napas dulu. Sebelum mulai, tarik napas pelan dan hembuskan lebih panjang lagi. Hembusan panjang menenangkan tubuh lebih cepat daripada tarikan napas dalam.
  • Hafalkan pembukaan. Kuasai dua kalimat pertamamu kata demi kata, lengkap dengan tanda jedanya, supaya kamu tidak berpikir dan bicara dengan kecepatan penuh secara bersamaan.
  • Pakai jangkar fisik. Tatap satu orang sampai kalimatmu selesai, atau minum seteguk air di antara bagian. Keduanya menciptakan jeda yang alami.
  • Terima bahwa hening akan terasa lama. Jeda dua detik yang terasa tak berujung bagimu terdengar penuh pertimbangan bagi ruangan.

Penyampaian yang stabil dan tidak terburu-buru adalah bagian besar dari terdengar yakin; panduan cara berbicara dengan percaya diri membahas separuh lainnya, dari topangan napas sampai akhir kalimat yang turun.

Rencana 7 hari agar tidak bicara terlalu cepat

Tujuh hari tidak akan mengubah kebiasaan seumur hidup, tetapi cukup untuk mengukur titik awal, mempelajari latihan inti, dan mendengar perbedaannya di rekaman. Luangkan 5 sampai 10 menit sehari, lalu pertahankan dua latihan yang paling membantu.

HariFokusYang dilakukan
1Titik awalRekam 60 detik bicara bebas dan hitung kata per menit; kalau kamu bicara bahasa Inggris di kantor, lakukan juga tes kecepatan bicara.
2JedaJeda tanda baca dan tuntaskan kata terakhir, masing-masing 5 menit.
3PemenggalanSatu ide satu napas pada teks, lalu pada cerita satu menit tentang harimu.
4TempoMetronom 30 detik, lalu membaca teks 100 kata dengan target satu menit sebanyak tiga kali.
5PenekananTekan kata kunci dan jeda sebelum angka, memakai laporan kerja sungguhan.
6Kehidupan nyataPakai trik tempo obrolan di tiga telepon atau obrolan sungguhan.
7Ukur ulangUlangi hari 1 dan bandingkan. Pilih dua latihan untuk dilakukan setiap hari.

Setelah minggu pertama, jaga latihan tetap singkat dan rutin. Kebanyakan orang cukup cepat bisa mempertahankan tempo lebih pelan saat latihan; butuh beberapa minggu lagi sebelum tempo itu muncul otomatis di rapat dan percakapan yang menegangkan. Kalau ingin tempomu dipantau selama itu, Voceris menilai tempo dan jeda secara terpisah di setiap rekaman dan menyusun rencana harian yang mencakup latihan tempo. Aplikasinya berbahasa Inggris dan menganalisis suaramu saat berbicara bahasa Inggris, jadi sangat membantu kalau presentasi, wawancara, atau rapatmu sering memakai bahasa Inggris.

Jangan sampai kebablasan

Tujuannya bukan bicara lambat terus-menerus. Tempo yang seragam lambat bisa terdengar ragu, lelah, atau bahkan menggurui. Yang diinginkan pendengar adalah variasi: rata-rata yang nyaman dengan jeda yang jelas, bagian lebih lambat untuk poin penting, dan sedikit lebih cepat di materi yang sudah dikenal.

Kejelasan sama pentingnya dengan kecepatan. Kalau kata-katamu tegas dan jedamu di tempat yang tepat, tempo yang gesit tetap mudah diikuti. Kalau bicaramu kumur-kumur, tempo lambat pun melelahkan pendengar; panduan cara berbicara dengan jelas berisi latihan artikulasi yang cocok dipasangkan dengan latihan di atas. Dan kalau memperlambat bicara justru meninggalkan celah yang kamu isi dengan "eee", solusinya ada di cara mengurangi filler words.

Kapan bicara cepat lebih dari sekadar kebiasaan

Bagi kebanyakan orang, bicara terlalu cepat adalah kebiasaan yang membaik dengan latihan. Kadang-kadang ia bagian dari cluttering, gangguan kelancaran bicara yang oleh American Speech-Language-Hearing Association digambarkan sebagai tempo yang terdengar terlalu cepat dan/atau tidak teratur, sering dengan jeda yang tidak teratur, banyak ketidaklancaran, dan kata-kata yang saling melebur.

Pertimbangkan menemui terapis wicara kalau orang sering tidak bisa memahamimu bahkan saat kamu berusaha memperlambat, kalau bicaramu juga sering diwarnai pengulangan atau macet, atau kalau masalah ini mengganggu pekerjaan atau hubunganmu. Perubahan mendadak pada kecepatan atau kejelasan bicara adalah alasan untuk segera ke dokter.

Pertanyaan umum

Kenapa saya bicara terlalu cepat saat gugup?

Gugup menaikkan adrenalin dan laju napas, dan sebagian dirimu ingin momen itu cepat selesai, sehingga semuanya ikut mempercepat. Hening juga terasa jauh lebih lama bagi pembicara daripada bagi pendengar, sehingga jeda terasa berisiko. Melatih jeda saat tenang membuatnya lebih mudah dipakai saat tertekan.

Bicara cepat tanda apa menurut psikologi?

Bicara cepat sendiri bukan tanda kepribadian atau gangguan tertentu. Penyebab tersering adalah gugup, antusias, pikiran yang berlari, atau kebiasaan dari lingkungan. Kalau bicara cepat muncul tiba-tiba bersama perubahan besar pada tidur, suasana hati, atau perilaku, bicarakan dengan dokter atau psikolog.

Bagaimana cara cepat memperlambat bicara?

Berhenti di setiap titik dan tarik napas tanpa suara, lalu pastikan kata terakhir setiap kalimat diucapkan utuh. Dua perubahan ini sudah menurunkan tempo keseluruhan dengan jelas tanpa membuat tiap kata terdengar diseret.

Berapa tempo bicara yang baik?

Untuk presentasi bahasa Inggris, sekitar 130 sampai 150 kata per menit. Untuk bahasa Indonesia, satu studi di Surakarta mencatat rata-rata obrolan spontan sekitar 113–115 kata per menit, dan presentasi sebaiknya sedikit lebih lambat dari itu. Yang lebih penting dari angka rata-rata adalah variasi tempo dan jeda di sekitar poin penting.

Apakah bicara terlalu cepat bisa merupakan gangguan bicara?

Biasanya itu kebiasaan. Cluttering, gangguan kelancaran ketika bicara terdengar terlalu cepat atau tidak teratur sehingga sulit dipahami, lebih jarang; kalau usaha memperlambat tidak pernah bertahan dan orang sering tidak bisa mengikutimu, terapis wicara bisa memeriksanya.

Juga dalam: EnglishEspañolPortuguêsDeutschFrançaisItalianoNederlandsPolskiTürkçeРусский日本語한국어简体中文العربيةहिन्दीTiếng Việt

VocerisLatihan suara untuk iPhone
Dapatkan