Voceris

Kecepatan berbicara ideal: berapa kata per menit yang normal?

Diperbarui

Jawaban singkat

Kecepatan berbicara normal tergantung bahasanya. Sebuah studi pada 63 orang dewasa di Surakarta mencatat rata-rata obrolan spontan bahasa Indonesia sekitar 113–115 kata atau 245–248 suku kata per menit, sedangkan obrolan santai bahasa Inggris Amerika terukur sekitar 170 kata per menit dan presentasi bahasa Inggris umumnya disarankan 130–150 kata per menit. Kata bahasa Indonesia rata-rata lebih panjang, jadi angka kata per menit bahasa Inggris tidak bisa dipakai langsung. Untuk naskah pidato bahasa Indonesia, ukur tempo nyamanmu sendiri dan pakai angka yang lebih lambat; jeda yang tepat lebih penting daripada angkanya.

Daftar isi (7)
  1. Berapa kecepatan berbicara normal?
  2. Kenapa kata per menit bahasa Indonesia lebih rendah?
  3. Kecepatan berbicara menurut situasi
  4. Berapa lama pidato? Tabel kata per menit
  5. Cara mengukur kecepatan bicara
  6. Kenapa jeda lebih penting daripada kata per menit
  7. Cara mengatur kecepatan berbicara

Berapa kecepatan berbicara normal?

Kecepatan berbicara normal berbeda untuk setiap bahasa, jadi angka kata per menit (kpm) bahasa Inggris tidak bisa langsung dipakai untuk bahasa Indonesia. Untuk bahasa Indonesia, data yang ada masih sedikit; untuk bahasa Inggris, obrolan santai umumnya 120 sampai 160 kata per menit atau lebih, dan presentasi disarankan sekitar 130 sampai 150.

Bahasa Indonesia. Sebuah studi pada 63 orang dewasa usia 20–55 tahun di Surakarta merekam obrolan spontan 2–5 menit ("ceritakan tentang hobi atau pengalamanmu") lalu menghitung kata dan suku katanya. Rata-ratanya 112,9 kata dan 244,9 suku kata per menit untuk pria, serta 115,0 kata dan 247,6 suku kata per menit untuk wanita (Aliyah dkk., 2024, Jurnal ISO). Itu sekitar empat suku kata per detik. Sampelnya kecil dan dari satu kota, jadi anggap ini patokan kasar, bukan standar nasional.

Bahasa Inggris. Dua contoh terukur dari percakapan telepon bahasa Inggris Amerika:

  • Dalam analisis 11.700 sisi percakapan dari korpus Fisher, ahli bahasa Mark Liberman menemukan rata-rata sekitar 173 kata per menit dengan simpangan baku sekitar 27. Pria dan wanita nyaris sama (sekitar 174 dan 173 kata per menit di antara penutur asli).
  • Yuan, Liberman, dan Cieri (2006) mengukur korpus Switchboard dengan tiga cara: 164 kata per menit per giliran bicara, 196 kata per menit kalau kedua pembicara dihitung sepanjang waktu, dan 236 kata per menit setelah jeda dibuang. Mereka juga menemukan bahwa orang yang lebih tua bicara lebih lambat, pria sedikit lebih cepat dari wanita, dan orang bicara lebih lambat dengan orang asing daripada dengan teman dan keluarga.

Pelajarannya: "kecepatan bicara rata-rata" sangat tergantung pada apa yang dihitung dan dalam bahasa apa. Angka yang memasukkan jeda (kecepatan bicara) jauh lebih rendah daripada angka tanpa jeda (kecepatan artikulasi). Presentasi juga bukan obrolan telepon dengan teman, jadi rata-rata obrolan adalah target yang kurang tepat untuk presentasi.

Kenapa kata per menit bahasa Indonesia lebih rendah?

Karena kata bahasa Indonesia rata-rata lebih panjang. Kata dasar kita umumnya dua suku kata, lalu imbuhan menambah lagi: "ber-", "me-", "-kan", "di-…-kan". Kata seperti "mempertanggungjawabkan" berisi tujuh suku kata dan tetap dihitung satu kata, sementara banyak kata bahasa Inggris hanya satu suku kata (the, and, is, you, but). Dengan mulut yang bergerak sama cepat, jumlah kata per menitnya jadi lebih sedikit.

Itulah sebabnya peneliti lintas bahasa lebih suka menghitung suku kata per detik. Studi Coupé dan rekan pada 17 bahasa (bahasa Indonesia tidak termasuk) menemukan kecepatan baca individu berkisar dari sekitar 4,3 sampai 9,1 suku kata per detik, dan bahasa yang membawa lebih sedikit informasi per suku kata cenderung diucapkan lebih cepat, sehingga laju informasinya berakhir mirip, sekitar 39 bit per detik (Coupé dkk., 2019, Science Advances).

Dalam studi Surakarta, setiap kata rata-rata berisi sekitar 2,2 suku kata. Jadi kalau kamu terbiasa membaca saran "bicaralah 150 kata per menit" dari artikel berbahasa Inggris, angka itu untuk bahasa Inggris. Dalam bahasa Indonesia, 150 kata per menit sudah jauh di atas rata-rata obrolan yang terukur.

Studi yang sama juga membuat batas kategori menurut kelompok usia, berdasarkan rata-rata dan simpangan baku tiap kelompok (sekitar sembilan orang per kelompok, jadi bacalah sebagai gambaran, bukan diagnosis):

UsiaLambatSedangCepat
20–25 tahundi bawah 91,6 kpm91,6–117,3 kpmdi atas 117,3 kpm
26–30 tahundi bawah 99,7 kpm99,7–124,9 kpmdi atas 124,9 kpm
31–35 tahundi bawah 101,5 kpm101,5–136,3 kpmdi atas 136,3 kpm
36–40 tahundi bawah 101,8 kpm101,8–133,8 kpmdi atas 133,8 kpm
41–45 tahundi bawah 91,8 kpm91,8–138,4 kpmdi atas 138,4 kpm
46–50 tahundi bawah 112,4 kpm112,4–122,0 kpmdi atas 122,0 kpm
51–55 tahundi bawah 99,3 kpm99,3–122,3 kpmdi atas 122,3 kpm

Kecepatan berbicara menurut situasi

Situasi yang berbeda butuh kecepatan yang berbeda. Angka di bawah adalah panduan umum dari pelatih bicara dan narator untuk bahasa Inggris, bukan norma terukur, jadi pakai sebagai titik awal dan sesuaikan dengan audiens, ruangan, dan materi. Untuk bahasa Indonesia, pola relatifnya sama (presentasi lebih lambat dari obrolan, materi teknis lebih lambat lagi), tetapi angka mutlaknya lebih rendah.

Situasi (bahasa Inggris)Panduan umum (kata per menit)Alasannya
Obrolan santai120–160, sering lebih cepat dengan temanKonteks bersama membuat pendengar bisa mengikuti
Presentasi130–150; 100–130 untuk materi padatPendengar butuh waktu mencerna setiap poin
Mengajar, materi teknis, audiens bukan penutur asli100–130Informasi baru butuh waktu lebih lama
Audiobooksekitar 140–160Narasi stabil dan jelas untuk didengar lama
Podcast dan radiosekitar 140–170, sangat tergantung penyiarGaya mengobrol yang berenergi
Juru lelang dan pembicara super cepat250 ke atasKeterampilan khusus yang bertumpu pada ritme dan pengulangan

Di ujung ekstrem, Guinness World Records mencatat Sean Shannon membawakan monolog Hamlet "To be, or not to be" pada 1995 dengan kecepatan 655 kata per menit. Tidak ada yang perlu mengikuti tempo itu di rapat tim.

Berapa lama pidato? Tabel kata per menit

Untuk menghitung durasi pidato, bagi jumlah kata dengan kecepatan bicaramu. Untuk naskah bahasa Indonesia, kami menyarankan mulai dari 100 kata per menit sebagai tempo presentasi yang tenang (titik awal praktis, bukan hasil penelitian) dan 115 kata per menit sebagai batas atas, kira-kira rata-rata obrolan dalam studi Surakarta. Untuk naskah bahasa Inggris, pakai 130 dan 150.

DurasiB. Indonesia, 100 kpmB. Indonesia, 115 kpmB. Inggris, 130 kpmB. Inggris, 150 kpm
1 menit100 kata115 kata130 kata150 kata
2 menit200230260300
3 menit300345390450
5 menit500575650750
7 menit7008059101.050
10 menit1.0001.1501.3001.500
15 menit1.5001.7251.9502.250
20 menit2.0002.3002.6003.000

Beberapa aturan praktis: naskah bahasa Indonesia 1.000 kata butuh sekitar 9 sampai 10 menit dengan tempo tenang, kata sambutan 3 menit sekitar 300 kata, dan perkenalan diri 30 detik untuk wawancara sekitar 50 kata dalam bahasa Indonesia atau 65 sampai 75 kata dalam bahasa Inggris. Membaca naskah biasanya sedikit lebih cepat daripada bicara bebas, jadi ukur gladi lengkap dengan timer, jangan hanya mengandalkan hitungan.

Cara mengukur kecepatan bicara

Cara paling sederhana adalah mengukur waktu saat membaca teks yang panjangnya diketahui, atau menghitung kata dalam rekaman satu menit saat kamu berbicara bebas. Ukur keduanya, karena tempo membaca dan tempo bicara bebas sering cukup berbeda, dan bicara bebaslah yang sebenarnya didengar orang.

  1. Pakai tes gratis untuk bahasa Inggris (1 menit). Tes kecepatan bicara memintamu membaca teks bahasa Inggris 121 kata. Jam mulai di kata pertama dan berhenti di kata terakhir, lalu menampilkan kata per menit dan jeda per menit, dengan setiap hening lebih dari sepertiga detik dihitung sebagai jeda. Tes membaca ini berjalan di browser dan tidak ada yang diunggah. Halaman yang sama punya mode bicara bebas 30 detik yang menghitung kata dan filler words; mode ini memakai pengenalan suara bawaan browser, yang bisa mengirim audio ke pembuat browser untuk ditranskripsi. Kedua mode mengukur ucapan bahasa Inggris.
  2. Ukur bahasa Indonesia secara manual (5 menit). Rekam dirimu berbicara 60 detik tentang harimu, transkripsikan dengan fitur dikte di ponsel (yang mendukung bahasa Indonesia), lalu hitung katanya. Ulangi tiga kali dan ambil nilai tengahnya.
  3. Hitung suku kata kalau ingin lebih adil. Menghitung suku kata bahasa Indonesia relatif mudah: hampir setiap vokal adalah satu suku kata, kecuali diftong seperti ai, au, dan oi pada "pantai", "pulau", dan "amboi". Bagi jumlah suku kata dengan 60 untuk mendapatkan suku kata per detik, yang bisa dibandingkan lintas bahasa.

Kalau ingin tempo dipantau bersama aspek penyampaian lainnya, Voceris menilai tempo dan jeda sebagai ukuran terpisah dari rekaman 15 sampai 35 detik, ditambah filler words, kejelasan, dan volume. Aplikasinya berbahasa Inggris dan menganalisis suaramu saat berbicara bahasa Inggris, jadi pas kalau kamu sering presentasi atau wawancara dalam bahasa Inggris.

Kenapa jeda lebih penting daripada kata per menit

Dua pembicara dengan kecepatan yang sama bisa terdengar sangat berbeda: yang satu terburu-buru, yang lain tenang dan terkendali. Bedanya hampir selalu ada di jeda. Pendengar butuh hening singkat untuk mencerna setiap ide, dan jeda yang tepat membuat pembicara cepat tetap mudah diikuti dan pembicara bertempo sedang terdengar percaya diri.

Anggap tempomu sebagai dua angka. Kecepatan artikulasi adalah seberapa cepat kamu mengucapkan katanya; kecepatan bicara memasukkan heningnya. Angka Switchboard di atas menunjukkan seberapa besar selisihnya: 196 kata per menit dengan jeda, 236 tanpa jeda. Pembicara dengan artikulasi gesit yang pandai berhenti terdengar berenergi. Pembicara yang sama tanpa jeda terdengar ngos-ngosan.

Tempat jeda paling membantu:

  • Setelah poin penting, supaya poinnya mendarat sebelum kamu lanjut.
  • Sebelum angka, nama, atau punchline, untuk memberi tanda ada yang penting.
  • Di antara bagian, sebagai "paragraf" yang terdengar.
  • Sebagai pengganti "eee". Hening setengah detik terdengar disengaja; "eee" terdengar ragu. Lihat cara mengurangi filler words.

Variasi juga penting. Satu kecepatan yang konstan, cepat atau lambat, melelahkan untuk didengar lama. Percepat sedikit di materi yang sudah dikenal dan pelankan dengan jelas untuk poin yang ingin diingat.

Cara mengatur kecepatan berbicara

Tentukan dulu apakah masalahmu kecepatan, jeda, atau keduanya: ukur, lalu ubah satu hal dalam satu waktu. Kebanyakan orang yang dibilang bicaranya terlalu cepat sebenarnya butuh lebih banyak jeda, bukan kata yang lebih lambat, dan kebanyakan orang yang terdengar lambat butuh lebih sedikit "eee", bukan tempo yang lebih cepat.

Kalau bicaramu terlalu cepat

Tandanya: orang sering minta kamu mengulang, kamu kehabisan napas di tengah kalimat, akhir kalimatmu hilang, atau dalam presentasi bahasa Inggris kamu terukur di atas sekitar 170 kata per menit. Dalam bahasa Indonesia, tempo yang jelas melewati batas "cepat" di tabel kelompok usia di atas adalah tanda yang sama. Mulailah dengan berhenti di setiap titik dan menuntaskan kata terakhir setiap kalimat. Latihan lengkap dan rencana 7 hari ada di cara mengatasi bicara terlalu cepat.

Kalau bicaramu terlalu lambat

Bicara yang terlalu lambat bisa terdengar ragu atau lelah. Biasanya penyebabnya bukan kata yang lambat, melainkan keraguan panjang dan "eee" saat mencari ide berikutnya. Siapkan kalimat pertama, pakai kalimat yang lebih pendek, kurangi "eee", dan naikkan sedikit energimu. Panduan cara berbicara dengan percaya diri membahas akhir kalimat yang turun dan stabil, yang membuat tempo terukur terdengar yakin, bukan ragu.

Untuk presentasi

Tulis naskah dengan sekitar 100 kata per menit untuk bahasa Indonesia atau 130 kata per menit untuk bahasa Inggris sesuai durasi slotmu, tandai tempat jeda, dan gladi seluruh presentasi dengan timer minimal dua kali. Kalau kamu selesai jauh sebelum waktunya, kamu terburu-buru. Untuk struktur, pembukaan, dan mengatasi gugup, lihat tips public speaking.

Pertanyaan umum

Berapa kata per menit kecepatan berbicara normal dalam bahasa Indonesia?

Data bahasa Indonesia masih sedikit. Studi di Surakarta pada 63 orang dewasa usia 20–55 tahun mencatat rata-rata obrolan spontan sekitar 113 kata per menit untuk pria dan 115 untuk wanita, atau sekitar 245–248 suku kata per menit. Anggap ini patokan kasar, bukan standar nasional.

Kenapa angka kata per menit bahasa Indonesia lebih rendah dari bahasa Inggris?

Karena kata bahasa Indonesia rata-rata lebih panjang. Imbuhan dan kata dasar dua suku kata membuat satu kata sering berisi tiga suku kata atau lebih, sedangkan banyak kata bahasa Inggris hanya satu suku kata. Dengan kecepatan mulut yang mirip, jumlah kata per menitnya jadi lebih sedikit.

Berapa kecepatan berbicara yang baik untuk presentasi?

Untuk presentasi bahasa Inggris, sekitar 130 sampai 150 kata per menit cocok untuk sebagian besar audiens. Untuk bahasa Indonesia belum ada norma presentasi yang teruji; titik awal yang masuk akal adalah sedikit lebih lambat dari tempo obrolanmu, dengan jeda di sekitar poin penting.

Berapa kata untuk pidato 5 menit?

Dalam bahasa Inggris, sekitar 650 sampai 750 kata dengan kecepatan 130 sampai 150 kata per menit. Dalam bahasa Indonesia, rencanakan sekitar 500 sampai 575 kata dengan tempo 100 sampai 115 kata per menit, lalu sesuaikan setelah latihan dengan timer.

Apakah 200 kata per menit terlalu cepat?

Untuk presentasi bahasa Inggris, biasanya ya: kebanyakan audiens kesulitan mengikutinya, apalagi di panggilan video atau dalam bahasa kedua. Dalam bahasa Indonesia, 200 kata per menit jauh di atas rata-rata obrolan yang terukur, jadi hampir pasti terlalu cepat untuk presentasi.

Juga dalam: EnglishEspañolPortuguêsDeutschFrançaisItalianoNederlandsPolskiTürkçeРусский日本語한국어简体中文العربيةहिन्दीTiếng Việt

VocerisLatihan suara untuk iPhone
Dapatkan