Suara sengau: penyebab, tes 30 detik, dan 8 latihan menghilangkannya
Suara sengau bisa berarti hipernasal (terlalu banyak bunyi beresonansi di hidung, terdengar seperti bicara lewat hidung) atau hiponasal (terlalu sedikit, suara bindeng seperti sedang pilek). Pencet hidungmu sambil mengucapkan kalimat tanpa m, n, ng, atau ny: kalau bunyinya berubah, suara bocor ke hidung; kalau “Mama menanam nanas” nyaris tidak berubah saat dipencet, hidungmu tersumbat. Sengau karena kebiasaan biasanya membaik dengan latihan harian yang mengangkat langit-langit lunak dan membuka mulut, sedangkan penyebab struktural atau sumbatan yang menetap perlu dokter THT atau terapis wicara.
Daftar isi (6)
Dua masalah yang berlawanan sama-sama disebut "suara sengau", jadi cari tahu dulu kamu mengalami yang mana sebelum berlatih apa pun.
Apa itu suara sengau?
Suara sengau adalah suara dengan jumlah resonansi hidung yang tidak pas. Terlalu banyak disebut hipernasal: vokal terdengar seperti keluar lewat hidung atau "mendengung". Terlalu sedikit disebut hiponasal: suara tersumbat seperti sedang pilek berat, yang di Indonesia biasa disebut suara bindeng, ketika "m" dan "n" mulai terdengar seperti "b" dan "d".
Dalam bahasa Indonesia, hanya empat bunyi yang memang seharusnya keluar lewat hidung: m, n, ng (seperti di "pisang"), dan ny (seperti di "nyanyi"). Untuk semua bunyi lain, langit-langit lunak, yaitu bagian belakang langit-langit mulut yang berotot, terangkat dan menutup jalur hidung sehingga bunyi keluar lewat mulut. Suara sengau biasanya berasal dari katup ini yang kurang rapat atau kurang cepat menutup, atau dari sumbatan di bagian depan hidung.
| Hipernasal (terlalu banyak) | Hiponasal / bindeng (terlalu sedikit) | |
|---|---|---|
| Bunyinya | Seperti bicara lewat hidung; vokal berdengung di hidung | Tersumbat, seperti pilek |
| Tanda khas | "Pagi", "bapak", dan "kopi" ikut berdengung | "Mama menanam nanas" terdengar seperti "Baba bedabab dadas" |
| Yang terjadi | Langit-langit lunak tidak menutup hidung sepenuhnya pada bunyi mulut | Udara tidak bisa lewat hidung pada m, n, ng, dan ny |
| Penyebab umum | Kebiasaan, rahang yang jarang terbuka, celah langit-langit, langit-langit lunak yang lemah atau kurang terkoordinasi | Pilek, alergi, sinusitis, polip hidung, adenoid membesar |
| Hasil tes pencet | Kalimat tanpa m dan n berubah saat hidung dipencet | "Mama menanam nanas" nyaris tidak berubah saat dipencet |
Terapis wicara juga mengenal dua pola yang lebih jarang: resonansi cul-de-sac, ketika bunyi terjebak dan teredam di balik sumbatan, dan emisi nasal, yaitu udara (bukan bunyi) yang bocor lewat hidung pada konsonan seperti p, t, dan s. Ringkasan American Speech-Language-Hearing Association tentang gangguan resonansi menjelaskan cara klinisi membedakannya.
Kenapa suaraku sengau? Tes 30 detik
Kamu bisa mengetahui jenis sengaumu dalam kurang dari satu menit dengan dua tes pencet hidung. Kalimat tanpa bunyi hidung seharusnya terdengar sama persis saat hidung dipencet; kalimat yang penuh bunyi hidung seharusnya terdengar sangat berbeda. Tes yang gagal menunjukkan apakah kamu hipernasal atau hiponasal.
Rekam dirimu dengan ponsel saat melakukannya. Kamu mendengar suaramu sendiri sebagian lewat tulang kepala, yang menyembunyikan sengau.
- Tes kalimat mulut (10 detik). Ucapkan "Budi pergi ke pasar sapi" seperti biasa, lalu ulangi sambil memencet kedua lubang hidung. Kalimat ini tidak punya bunyi m, n, ng, atau ny, jadi seharusnya terdengar sama persis. Kalau jadi teredam atau ada getaran kuat di bawah jarimu, bunyi bocor ke hidung: hipernasal.
- Tes kalimat hidung (10 detik). Ucapkan "Mama menanam nanas" seperti biasa, lalu sambil dipencet. Versi yang dipencet seharusnya terdengar sangat tersumbat. Kalau kedua versi nyaris sama, udara memang sudah tidak lewat hidung: hiponasal.
- "Mmm" lawan "bbb" (10 detik). Gumamkan "mmm", lalu ucapkan "bbb". Posisi bibirnya sama; bedanya hanya langit-langit lunak terbuka (m) atau tertutup (b). Sekarang ucapkan "mama" dan "baba". Kalau "mama" terdengar seperti "baba", kamu hiponasal. Kalau "baba" ada dengungnya, kamu hipernasal.
Tambahan opsional: pegang cermin kecil yang dingin di bawah lubang hidung sambil mengucapkan kalimat mulut. Kalau cerminnya berembun, udara keluar lewat hidung. Itu perlu disampaikan ke terapis wicara.
Apa penyebab suara sengau?
Kebanyakan orang dewasa yang terdengar sengau punya kebiasaan, bukan gangguan: langit-langit lunak yang terangkat malas, mulut yang hampir tidak terbuka, atau suara yang sengaja "ditaruh di hidung" supaya terdengar cerah. Hidung tersumbat menyebabkan kebalikannya, suara bindeng. Penyebab struktural dan saraf lebih jarang, tetapi perlu penanganan profesional.
- Kebiasaan. Bicara dengan rahang nyaris tertutup dan energi rendah membuat mulut jadi pintu keluar yang sempit, sehingga lebih banyak bunyi lewat hidung. Sebagian pembicara dan penyanyi juga pernah diajari mengarahkan suara "ke hidung" lalu kebablasan. Sebagian logat daerah memang membawa resonansi hidung lebih banyak sebagai ciri yang wajar; itu bukan gangguan.
- Pilek dan alergi. Pilek, rinitis alergi, dan sinusitis membuat lapisan hidung membengkak dan menimbulkan suara bindeng sementara. Polip hidung atau septum yang bengkok bisa membuatnya menetap.
- Adenoid membesar. Terutama pada anak: jaringan di belakang hidung menghalangi aliran udara, yang bisa menyebabkan suara bindeng, bernapas lewat mulut, dan mendengkur.
- Celah langit-langit (bibir sumbing dengan celah langit-langit). NHS mencatat bahwa celah langit-langit yang belum diperbaiki bisa menyebabkan ucapan tidak jelas atau sengau. ASHA juga menyebut celah submukosa, yang tersembunyi di bawah lapisan langit-langit, sebagai salah satu penyebab struktural.
- Langit-langit lunak yang lemah atau kurang terkoordinasi. Penyebab saraf seperti stroke atau cedera otak bisa melemahkan otot yang menutup katup ini.
- Setelah operasi. Setelah pengangkatan adenoid, NHS menyebut anak bisa sementara terdengar seperti bicara lewat hidung, dan suara biasanya kembali normal setelah beberapa minggu.
8 latihan menghilangkan suara sengau
Latihan ini menyasar hipernasal karena kebiasaan. Tujuannya merasakan langit-langit lunak terangkat, memberi bunyi jalan keluar yang lebih lebar lewat mulut, dan memindahkan kecerahan suara ke bibir, bukan ke hidung. Lakukan 8 sampai 10 menit sehari dan cek setiap latihan dengan tes pencet.
Kalau masalahmu suara bindeng karena hidung tersumbat, tidak ada latihan yang bisa membuka hidung. Atasi sumbatannya dulu, lalu pakai latihan 8 untuk mengembalikan resonansi penuh pada m dan n.
- Menguap-mendesah (1 menit, 8 kali). Mulailah menguap sungguhan dan rasakan bagian belakang langit-langit mulut terangkat dan ruang di belakang lidah melebar. Mendesahlah "haa" dari nada tengah ke bawah sambil mempertahankan rasa terangkat itu. Angkatan itulah langit-langit lunak yang menutup hidung.
- Peralihan ng-a (2 menit, 10 kali). Ucapkan "ng", seperti akhir kata "pisang", yang mengirim semua bunyi lewat hidung. Lalu langsung buka menjadi "a" tanpa jeda: "ng-a, ng-a." Rasakan getarannya pindah dari hidung ke mulut.
- Pasangan mulut-hidung (3 menit). Ucapkan setiap pasangan pelan-pelan: bata/mata, baju/maju, dasi/nasi, duri/nuri, bisa/misa. Pencet hidung pada kata pertama setiap pasangan: bunyinya harus tidak berubah. Kata kedua harus terdengar tersumbat saat dipencet. Kamu sedang melatih saklar buka-tutup yang bersih.
- Membaca sambil pencet-lepas (2 menit). Baca kalimat tanpa bunyi hidung sambil memencet dan melepas hidung setiap beberapa kata: "Kakak beli roti di toko.", "Ibu Tuti pakai baju biru.", "Apa ada jalur ke kota Bogor?" Bunyinya tidak boleh berubah sama sekali saat dilepas. Getaran sekecil apa pun berarti ada bunyi yang bocor.
- Vokal mulut terbuka (2 menit). Hipernasal menyukai rahang yang terkatup. Ucapkan "a, o" dengan rahang turun jelas, sekitar selebar satu jari di antara gigi, lalu kata-kata: kapal, bola, topi, kakak, padi, baca. Tutup dengan satu kalimat dengan bukaan yang sama. Ini bersinggungan dengan latihan cara berbicara dengan jelas, karena vokal yang terbuka juga membuat kata lebih mudah dipahami.
- Getaran depan tanpa hidung (2 menit). Lakukan getar bibir ("brrr" seperti motor) selama 10 detik, lalu "vvv-a", "zzz-i", "vvv-o". Rasakan getaran di bibir dan gigi depan. Pencet hidung di tengah jalan: kalau tidak ada yang berubah, kamu sudah mendapat resonansi mulut yang cerah dan maju, yang sebenarnya diinginkan kebanyakan orang saat ingin terdengar tidak sengau.
- Melepas rahang dan lidah (1 menit). Letakkan ujung jari di otot tepat di depan telinga, buka dan tutup mulut dengan longgar sepuluh kali, lalu ucapkan "ya-ya-ya" dengan rahang yang bebas turun. Tutup dengan "ka-ga-ka-ga", yang membuat pangkal lidah dan langit-langit lunak bertemu dan melepas dengan tegas.
- Humming ke kata hidung (2 menit). Untuk suara bindeng, atau siapa pun yang m dan n-nya lemah: gumamkan "mmm" sampai terasa getaran di bibir dan hidung, lalu "mmm-mama", "nnn-nanti", "mmm-malam, Nina", "nyanyi-nyanyi". Tujuannya resonansi hidung penuh pada m, n, ng, dan ny, dan tidak ada di tempat lain.
Waktunya sempit? Latihan 1, 2, 3, 5, dan 4, dengan urutan itu, menjadi rutinitas harian 6 menit. Untuk rutinitas yang lebih luas, termasuk napas dan proyeksi, lihat latihan vokal untuk berbicara.
Berapa lama sampai suara tidak sengau lagi?
Untuk sengau karena kebiasaan, kebanyakan orang sudah mendengar perbedaan dalam beberapa sesi pertama saat berlatih, dan posisi baru mulai muncul di ucapan sehari-hari setelah beberapa minggu latihan harian. Penyebab struktural berbeda: latihan tidak bisa menutup celah di langit-langit. ASHA mencatat bahwa pola bicara yang sudah terbiasa sering bertahan setelah penyebab fisiknya diperbaiki, itulah sebabnya operasi biasanya dilanjutkan dengan terapi wicara.
Rekam kalimat yang sama seminggu sekali, dengan ponsel yang sama di jarak yang sama, lalu bandingkan berdampingan. Kalau ingin lebih dari sekadar telinga, Voceris menilai resonansi dan kejelasan di setiap rekaman. Aplikasi ini tidak mendeteksi sengau, tetapi menunjukkan apakah mulut yang lebih terbuka dan getaran yang lebih maju membuat suaramu lebih penuh dan jelas. Aplikasinya berbahasa Inggris dan menganalisis suaramu saat berbicara bahasa Inggris, jadi berguna kalau kamu sering memakai bahasa Inggris di kantor atau saat wawancara.
Resonansi yang seimbang adalah bagian besar dari suara yang enak didengar, itulah sebabnya sengau juga dibahas di cara membuat suara enak didengar. Untuk gambaran besar tentang napas, nada, tempo, dan warna suara, mulailah dari cara memperbaiki suara bicara.
Kapan perlu ke dokter THT atau terapis wicara
Temui tenaga profesional kalau suara sengaumu punya penyebab fisik atau tidak berubah dengan latihan. Dokter THT (telinga, hidung, tenggorokan) memeriksa hidung, adenoid, dan langit-langit; terapis wicara menilai resonansi dan menanganinya dengan terapi.
Buat janji kalau:
- suaramu tiba-tiba menjadi sengau, terutama disertai lemah, wajah mencong, atau sulit menelan (segera cari pertolongan darurat untuk ini);
- makanan atau minuman keluar dari hidung saat menelan;
- udara terdengar bocor lewat hidung pada p, t, atau s, atau tes cermin berembun;
- hidung tersumbat jauh lebih lama dari pilek biasa, hanya di satu sisi, atau disertai hilangnya penciuman atau sering mimisan;
- anak terdengar sengau, mendengkur, atau bernapas lewat mulut, atau masih sengau beberapa minggu setelah operasi adenoid atau amandel;
- kamu sudah berlatih setiap hari selama beberapa minggu dan tidak ada yang berubah.
Anak yang lahir dengan celah langit-langit biasanya dipantau terapis wicara sepanjang masa kanak-kanak. Untuk orang dewasa dengan hidung lega dan sengau karena kebiasaan, latihan di atas adalah tempat yang tepat untuk mulai.
Pertanyaan umum
Kenapa suara sengau padahal tidak pilek?
Kalau hidungmu lega, kemungkinan besar suaramu hipernasal: langit-langit lunak tidak menutup jalur hidung cukup rapat saat mengucapkan vokal dan konsonan mulut, sering ditambah rahang yang hampir tidak terbuka. Pada orang dewasa ini biasanya kebiasaan dan merespons baik latihan langit-langit lunak dan mulut terbuka.
Apa bedanya suara sengau dan bindeng?
Dalam percakapan keduanya sering dipakai bergantian. Secara teknis, hipernasal berarti terlalu banyak resonansi hidung sehingga vokal terdengar seperti keluar lewat hidung, sedangkan hiponasal (yang biasa disebut bindeng) berarti terlalu sedikit, sehingga m dan n terdengar seperti b dan d, seperti saat pilek berat.
Apakah suara sengau bisa dihilangkan?
Sengau karena kebiasaan biasanya bisa sangat berkurang dengan beberapa minggu latihan singkat setiap hari. Sengau karena celah langit-langit, langit-langit lunak yang lemah, atau sumbatan fisik perlu ditangani dokter dulu, biasanya dilanjutkan terapi wicara.
Kenapa suara jadi sengau setelah operasi amandel?
Setelah pengangkatan adenoid, yang sering dilakukan bersamaan dengan operasi amandel, anak bisa sementara terdengar seperti bicara lewat hidung. Menurut NHS, suara biasanya kembali normal setelah beberapa minggu; kalau sengaunya menetap, periksakan ke dokter THT atau terapis wicara.
Kenapa suaraku terdengar lebih sengau di rekaman?
Kamu mendengar suaramu sendiri sebagian lewat tulang kepala, yang menyamarkan seberapa banyak bunyi keluar dari hidung. Rekaman menghilangkan filter itu, sehingga sengau yang tak pernah kamu sadari jadi jelas. Pakai rekaman, bukan telinga dalam, untuk menilai kemajuan.
Juga dalam: EnglishEspañolPortuguêsDeutschFrançaisItalianoNederlandsPolskiTürkçeРусский日本語한국어简体中文العربيةहिन्दीTiếng Việt