Cara membuat suara bagus saat berbicara: 9 kualitas yang bisa dilatih
Suara bicara diperbaiki dengan melatih kebiasaan, bukan mengubah anatomi: bernapas rendah, melemaskan tenggorokan, membuka mulut, menuntaskan kata, memperlambat tempo, memberi jeda di antara ide, dan menjaga volume sampai kata terakhir. Rekam dirimu, temukan dua kualitas terlemah di antara kedalaman, resonansi, kejelasan, stabilitas, tempo, jeda, filler words, vocal fry, dan volume, lalu latih keduanya sekitar 10 menit sehari. Kebanyakan orang sudah mendengar perbedaan jelas di rekamannya dalam empat minggu.
Daftar isi (9)
- Apakah suara bicara benar-benar bisa diperbaiki?
- 9 kualitas suara bicara yang bagus
- Cara menilai suaramu dalam lima menit
- Cara memperbaiki warna suara
- Cara memperbaiki penyampaian
- Rencana 4 minggu untuk memperbaiki suara
- Dari latihan ke situasi nyata
- Merawat suara: dasar yang sering dilupakan
- Kapan perlu ke dokter THT atau terapis wicara
Kebanyakan orang yang ingin suaranya lebih bagus tidak butuh suara baru; mereka perlu melepas beberapa kebiasaan yang menutupi suara yang sudah mereka punya. Panduan ini memecah suara bicara yang bagus menjadi sembilan kualitas, lengkap dengan tes mandiri, latihan untuk masing-masing, dan rencana empat minggu. Ini panduan untuk suara bicara; kalau tujuanmu bernyanyi, mulailah dari cara mengetahui range vokal.
Apakah suara bicara benar-benar bisa diperbaiki?
Bisa, dan cara membuat suara bagus saat berbicara hampir seluruhnya soal kebiasaan. Ukuran pita suara menentukan rentang nada alamimu, tetapi sebagian besar yang diperhatikan orang, seberapa penuh, jelas, stabil, tenang, dan terdengar suaramu, datang dari kebiasaan napas, resonansi, dan artikulasi. Kebiasaan merespons latihan singkat harian dalam hitungan minggu.
Suaramu berawal dari getaran pita suara di laring; tenggorokan, mulut, dan hidung lalu berfungsi sebagai ruang resonansi yang membentuk bunyi itu (NIDCD). Pita suaranya tidak bisa kamu ganti, tetapi kamu bisa mengubah napas di belakangnya, seberapa terbuka ruang-ruang itu, dan apa yang dilakukan rahang, lidah, dan bibirmu terhadap bunyinya. Itulah arti memperbaiki suara.
9 kualitas suara bicara yang bagus
Suara bicara yang bagus adalah sembilan kualitas yang bekerja bersama: kedalaman, resonansi, kejelasan, stabilitas, tempo, jeda, filler words, vocal fry, dan volume. Pendengar jarang menyebut namanya, tetapi mereka bereaksi pada masing-masing dalam beberapa kalimat pertama, dan masing-masing bisa didengar serta dilatih secara terpisah.
Untuk filler words dan vocal fry, makin sedikit makin baik. Untuk tujuh lainnya, yang kamu cari adalah bagian tengah dari rentang yang sehat: suara berat yang dipaksakan terdengar sama salahnya dengan suara yang tipis.
Cara menilai suaramu dalam lima menit
Rekam dirimu, tunggu beberapa jam, lalu beri nilai 1 (perlu dilatih) sampai 3 (kuat) untuk setiap kualitas saat mendengarkan ulang. Mulailah dari dua nilai terendah; mencoba memperbaiki sembilan sekaligus membagi perhatianmu terlalu tipis untuk mengubah satu kebiasaan pun.
- Rekam dua klip (2 menit). Baca satu paragraf keras-keras selama 30 detik, lalu bicara bebas selama 30 detik. Membaca menunjukkan warna suaramu; bicara bebas menunjukkan filler dan jeda.
- Dengarkan nanti (2 menit). Jarak beberapa jam membuatmu lebih mudah mendengar diri sendiri seperti orang asing mendengarnya.
- Nilai setiap kualitas (1 menit) dengan tabel di bawah.
| Kualitas | Kalau kuat, terdengar | Tanyakan saat mendengarkan ulang | Cek cepat |
|---|---|---|---|
| Kedalaman | Tenang, membumi | Apakah suaraku duduk rendah dan santai, atau naik saat tegang? | Tes nada suara gratis |
| Resonansi | Hangat, penuh | Kaya, atau tipis dan sengau? | Tes tutup hidung, di bawah |
| Kejelasan | Tegas, kompeten | Bisakah orang asing menangkap setiap kata lewat telepon yang jelek? | Putar dari seberang ruangan |
| Stabilitas | Tenang | Apakah nada atau volume goyah di kalimat panjang? | Tahan "aaa" selama 10 detik |
| Tempo | Tidak terburu-buru | Apakah aku terdengar ngebut, terutama saat menjelaskan? | Tes kecepatan bicara gratis |
| Jeda | Terkendali | Apakah aku berhenti di antara ide, atau kalimat menyambung terus? | Hitung jeda dalam 30 detik |
| Filler words | Siap | Berapa "eee", "anu", "kayak" dalam 30 detik bicara bebas? | Hitung saat mendengarkan ulang |
| Vocal fry | Bertenaga | Apakah akhir kalimat berderak atau serak? | Dengarkan kata terakhir saja |
| Volume | Hadir, meyakinkan | Apakah suaraku memudar di akhir kalimat? | Bandingkan kata pertama dan terakhir |
Tes kecepatan bicara di situs ini mengukur ucapan bahasa Inggris; untuk bahasa Indonesia, hitung manual. Kalau kamu lebih suka angka daripada kesan, Voceris menilai sembilan aspek yang sama dari 0 sampai 100 dari rekaman membaca 15 sampai 35 detik, lalu memberi tahu mana yang perlu diperbaiki lebih dulu. Aplikasinya berbahasa Inggris dan menganalisis suaramu saat berbicara bahasa Inggris, jadi paling berguna kalau kamu sering memakai bahasa Inggris di kantor, wawancara, atau konten. Simpan rekaman pertama itu sebagai titik awal.
Cara memperbaiki warna suara
Warna suara adalah bunyi mentah sebelum kata-kata: kedalaman, resonansi, stabilitas, dan vocal fry. Keempatnya bertumpu pada tenggorokan yang santai dan aliran napas yang stabil, jadi memperbaiki satu biasanya ikut mengangkat yang lain.
Kedalaman
Kedalaman adalah di bagian mana dari rentangmu kamu biasa bicara, ditambah resonansi dada yang membuatnya terdengar penuh. Banyak orang bicara di atas nada nyamannya saat tegang, dan pendengar menangkapnya sebagai gugup. Targetnya santai, bukan ditekan ke bawah.
- Desah ke kalimat (1 menit, 8 kali). Tarik napas, desahkan "haaa" dari tengah suaramu turun ke nada rendah yang nyaman, lalu ucapkan "Halo, saya [nama]" di nada tempat desahan tadi berhenti.
- Napas rendah dulu (2 menit). Taruh tangan di perut, tarik napas lewat hidung tiga hitungan sampai tangan terdorong keluar, lalu ucapkan satu kalimat saat menghembuskan. Napas dada yang tinggi cenderung mendorong nada naik.
Latihan lainnya ada di cara membuat suara lebih berat secara alami.
Resonansi
Resonansi adalah cara bunyi diperkuat di tenggorokan, mulut, dan hidung. Resonansi yang seimbang terdengar hangat dan dekat. Terlalu banyak bunyi lewat hidung terdengar sengau atau merengek; terlalu sedikit terdengar mampet, seperti sedang pilek.
- Senandung lalu buka (2 menit). Senandungkan "mmm" dengan bibir tertutup dan gigi renggang sampai bibir bergetar, lalu buka menjadi "mmm-ma", "mmm-mau", "mmm-makan", jaga getarannya saat mulut terbuka.
- Tes tutup hidung (1 menit). Jepit hidungmu dan ucapkan "Budi pergi ke pasar beli kopi", kalimat tanpa bunyi m, n, ng, atau ny. Suaranya harus hampir sama saat dijepit dan dilepas; kalau berubah, bunyi bocor lewat hidung.
Kalau tes itu mengubah suaramu, panduan suara sengau menjelaskan penyebabnya. Resonansi yang hangat dan seimbang juga bagian besar dari apa yang orang maksud dengan suara enak didengar.
Stabilitas
Stabilitas adalah seberapa ajek nada dan volume sepanjang kalimat, tanpa bergetar atau pecah. Ia bergantung pada aliran napas yang mulus dan merupakan hal pertama yang diganggu rasa gugup, sehingga suara yang stabil terbaca sebagai tenang.
- Vokal panjang (2 menit, 5 kali). Ucapkan "aaa" di nada nyaman selama 10 sampai 15 detik dengan volume yang sama. Rekam dan dengarkan apakah ada goyangan atau memudar.
- Hitung dalam satu napas (1 menit, 3 kali). Hitung satu sampai sepuluh dalam satu napas dengan nada dan volume yang sama, tanpa terburu-buru di angka terakhir.
Stabil bukan berarti datar. Pertahankan melodi pada kata kunci yang ditekan; suara monoton saat berbicara menunjukkan caranya, dan cara berbicara dengan percaya diri menunjukkan posisi stabilitas di antara tanda-tanda percaya diri lainnya.
Vocal fry
Vocal fry adalah bunyi berderak di bagian paling bawah suara, biasanya di kata-kata terakhir kalimat saat napas menipis. Sedikit itu normal; vocal fry terus-menerus terdengar lelah dan membuat akhir kalimat sulit didengar.
- Napas baru di setiap titik (2 menit). Baca satu paragraf dan ambil napas baru di setiap titik, sehingga setiap kalimat selesai dengan sisa udara.
- Angkat kata terakhir (1 menit, 5 kalimat). Akhiri setiap kalimat satu atau dua nada di atas nada terendahmu, dengan vokal terbuka di kata terakhir.
Riset dan latihan lengkapnya ada di vocal fry: apa itu dan cara mengatasinya.
Cara memperbaiki penyampaian
Penyampaian adalah apa yang kamu lakukan dengan suaramu begitu ada kata-kata: kejelasan, tempo, jeda, filler words, dan volume. Bagian ini biasanya berubah paling cepat, sering dalam satu atau dua minggu, karena semuanya adalah pilihan yang kamu buat sambil bicara.
Kejelasan
Kejelasan berarti pendengar menangkap setiap kata pada percobaan pertama. Ia datang dari membuka rahang secukupnya, menuntaskan konsonan, terutama di akhir kata, dan tidak terburu-buru. Ucapan yang tidak jelas membuat pendengar bekerja keras, dan mereka menyadarinya.
- Kalimat akhiran tegas (2 menit). Ucapkan kalimat latihan "Tiap Sabtu, Budi tetap sempat lompat-lompat di tepi parit" lima kali, pertajam setiap t dan p di akhir kata tanpa menambahkan "e" di belakangnya.
- Berlebihan, lalu normal (3 menit). Baca tiga kalimat dengan gerakan mulut yang dibesar-besarkan, lalu baca normal. Versi normal akan menyimpan sebagian ketegasannya.
Latihan lainnya ada di cara berbicara dengan jelas, dan tongue twister bahasa Indonesia cocok sebagai pemanasan artikulasi.
Tempo
Tempo adalah seberapa cepat kamu bicara, dalam kata per menit. Dalam bahasa Inggris, obrolan sehari-hari sering berkisar 120 sampai 160 kata per menit; bahasa Indonesia punya norma sendiri karena katanya lebih panjang, dan angkanya dibahas di kecepatan berbicara ideal. Terlalu cepat terdengar gugup; terlalu lambat terdengar ragu.
- Ukur dulu (1 menit). Rekam 60 detik bicara bebas, transkripsikan dengan dikte ponsel, dan hitung katanya.
- Membaca dengan garis miring (3 menit). Beri garis miring setiap empat sampai tujuh kata dalam satu paragraf dan ambil napas kecil di setiap garis. Pemenggalan memperlambatmu tanpa terdengar lambat.
Kalau kamu tahu kamu suka ngebut, cara mengatasi bicara terlalu cepat berisi rencana lengkap.
Jeda
Jeda adalah hening yang disengaja di antara ide dan sebelum kata penting. Jeda memberi pendengar waktu mencerna dan memberimu waktu bernapas, dan ia salah satu tanda paling jelas bahwa pembicara memegang kendali.
- Titik dua ketukan (2 menit). Baca satu paragraf dengan jeda satu ketukan tanpa suara di koma dan dua ketukan di titik.
- Jeda sebelum poin (1 menit, 5 kali). Ucapkan kalimat berisi satu fakta kunci dan berhenti tepat sebelumnya: "Tenggatnya [jeda] hari Jumat."
Filler words
Filler words adalah "eee", "anu", "kayak", "gitu", atau "apa namanya" yang keluar saat kamu mencari kata berikutnya. Beberapa itu alami dan hampir tidak disadari. Beberapa dalam setiap kalimat membuatmu terdengar tidak siap dan mengubur poinmu.
- Hitung filler (3 menit). Bicaralah 60 detik tentang topik sederhana, hitung fillernya saat mendengarkan ulang, lalu ulangi dengan target separuhnya.
- Tutup bibir (2 menit). Saat mengulang, setiap kali filler terasa akan keluar, tutup bibir dan diam satu ketukan.
Rencana tiga minggunya ada di cara mengurangi filler words.
Volume
Volume adalah seberapa keras kamu bicara dan apakah kamu menjaganya sampai akhir kalimat. Suara terlalu pelan terbaca ragu, tetapi masalah yang paling umum adalah memudar di beberapa kata terakhir.
- Tangga jarak (3 menit). Ucapkan satu kalimat seolah kepada orang yang berjarak satu meter, lalu tiga meter, lalu di seberang ruangan, makin keras dengan napas dan mulut yang lebih terbuka, bukan tenggorokan yang ditekan.
- Jaga sampai kata terakhir (2 menit). Baca lima kalimat panjang dan pastikan kata terakhir sekeras kata pertama.
Lihat cara agar suara lantang tanpa berteriak untuk proyeksi tanpa ketegangan.
Rencana 4 minggu untuk memperbaiki suara
Sepuluh menit sehari selama empat minggu cukup bagi kebanyakan orang untuk mendengar perbedaan jelas di rekamannya. Setiap sesi terdiri dari pemanasan dua menit, latihan untuk dua kualitas terlemahmu, dan satu rekaman singkat.
Buka setiap sesi dengan pemanasan vokal singkat, dan untuk variasi, pilih dari latihan vokal untuk berbicara.
| Minggu | Fokus | Rutinitas harian (sekitar 10 menit) | Cek akhir minggu |
|---|---|---|---|
| 1 | Napas dan tempo | Pemanasan, napas rendah dulu, membaca dengan garis miring, vokal panjang | Rekam ulang titik awal; ukur tempomu |
| 2 | Kualitas warna suara terlemah | Pemanasan, dua latihannya, hitung dalam satu napas | Lebih penuh, lebih stabil, lebih sedikit derak dari minggu 1? |
| 3 | Kualitas penyampaian terlemah | Pemanasan, dua latihannya, bicara bebas 60 detik | Hitung filler dan jeda |
| 4 | Situasi nyata | Pemanasan, lalu satu kebiasaan di setiap telepon, rapat, atau voice note | Bandingkan voice note sungguhan dengan hari 1 |
Rekam paragraf yang sama setiap minggu. Ingatan adalah hakim yang buruk untuk suaramu sendiri; rekaman yang dibandingkan berdampingan tidak.
Dari latihan ke situasi nyata
Suara yang lebih baik paling terasa manfaatnya di situasi tertentu. Setelah dasar-dasarnya berjalan, pilih panduan yang sesuai dengan tempat kamu paling sering bicara.
| Situasimu | Panduan yang cocok |
|---|---|
| Presentasi, sidang, atau jadi MC | Tips public speaking |
| Suara gemetar karena gugup | Cara mengatasi demam panggung |
| Rapat, obrolan, dan percakapan sulit | Cara meningkatkan kemampuan komunikasi |
| Sering muter-muter atau susah merangkai kata | Cara berbicara dengan baik dan lancar |
| Bicara bahasa Inggris di kantor atau wawancara | Cara lancar berbicara bahasa Inggris |
| Ingin latihan terpandu di ponsel | Aplikasi latihan bicara terbaik |
Merawat suara: dasar yang sering dilupakan
Suara yang tegang tidak bisa membaik. Minum cukup, istirahat, dan menghindari ketegangan sama pentingnya dengan latihan, karena pita suara yang lelah atau teriritasi terdengar lebih kasar dan kurang stabil, sebagus apa pun tekniknya.
- Minum air putih sepanjang hari, dan imbangi kopi serta alkohol dengan air tambahan, seperti saran NIDCD.
- Tidur cukup dan istirahatkan suara. Kelelahan memengaruhi suara; di hari yang banyak bicara, sisipkan jeda diam.
- Jangan berteriak atau berbisik. Keduanya membebani suara, begitu juga karaoke berjam-jam atau bicara di tengah kebisingan dalam waktu lama.
- Ganti kebiasaan berdeham dengan seteguk air atau menelan. NHS menyebut berdeham terus-menerus sebagai salah satu penyebab laringitis.
- Jangan merokok, dan jangan biarkan udara ruangan ber-AC terlalu kering.
- Berhenti kalau sakit. Latihan harus terasa ringan. Nyeri atau serak setelah latihan berarti kamu terlalu memaksa.
Kapan perlu ke dokter THT atau terapis wicara
Latihan mandiri untuk kebiasaan sehari-hari, bukan untuk gangguan suara. Temui dokter, idealnya dokter spesialis THT, kalau suara serak tidak membaik setelah dua minggu, suaramu tiba-tiba lebih berat atau kasar, bicara terasa berat, atau suaramu sering hilang.
Dokter THT bisa mencari penyebabnya dan mungkin merujukmu ke terapis wicara, yang mengajarkan cara memakai suara dengan lebih sehat. Untuk cadel, gagap, atau bunyi yang tidak bisa kamu ucapkan, terapis wicara adalah tempat pertama yang tepat. Segera cari pertolongan kalau ada nyeri hebat saat menelan atau kesulitan bernapas.
Pertanyaan umum
Apakah suara bicara bisa diperbaiki?
Bisa. Pita suaramu menentukan rentang nada alami, tetapi sebagian besar yang diperhatikan pendengar, seperti kepenuhan, kejelasan, kestabilan, tempo, dan volume, datang dari kebiasaan napas, resonansi, dan artikulasi yang bisa dilatih dengan latihan singkat setiap hari.
Berapa lama melatih suara agar bagus?
Kebiasaan penyampaian seperti tempo, jeda, dan filler words sering berubah dalam satu atau dua minggu latihan harian. Kualitas warna suara seperti resonansi, kestabilan, dan berkurangnya vocal fry biasanya butuh empat sampai delapan minggu sebelum bertahan tanpa dipikirkan.
Bagaimana agar suara bagus saat direkam atau di video?
Rekam di ruangan tenang yang banyak benda lunaknya, jaga mikrofon sekitar satu jengkal dari mulut, tarik napas sebelum mulai, bicara sedikit lebih pelan dari biasa, dan jaga volume sampai akhir setiap kalimat. Kebanyakan orang juga butuh beberapa kali rekaman sebelum suaranya sendiri berhenti terdengar aneh.
Minum apa agar suara bagus?
Tidak ada minuman ajaib. Yang paling masuk akal adalah cukup air putih sepanjang hari dan mengimbangi kopi atau alkohol dengan air tambahan. Minuman hangat seperti jahe atau beras kencur boleh kalau terasa nyaman, tetapi efek langsungnya pada kualitas suara belum terbukti.
Seperti apa suara yang bagus saat berbicara?
Pendengar cenderung menyukai suara yang terdengar santai, hangat, jelas, dan tidak terburu-buru: nada yang nyaman, resonansi penuh, kata yang tegas, volume stabil, dan jeda di antara ide. Versi santai dari suaramu sendiri hampir selalu terdengar lebih bagus daripada meniru suara orang lain.
Juga dalam: EnglishEspañolPortuguêsDeutschFrançaisItalianoNederlandsPolskiTürkçeРусский日本語한국어简体中文العربيةहिन्दीTiếng Việt